KSPI menilai kebijakan relaksasi PPnBM apat juga mencegah PHK di sektor otomotif

  • Whatsapp
523041656p

ILUSTRASI. Karyawan menjelaskan salah satu produk mobil kepada calon pembeli di salah satu dealer di Jakarta, Senin (15/2/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

Read More

RUMAHPUTIH.COM – JAKARTA. Wakil Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Iswan Abdullah mengatakan kebijakan relaksasi insentif keringanan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) kendaraan apat juga mencegah terjadinya PHK di sektor industri otomotif. 

Iswan menilai kebijakan pemerintah memberikan relaksasi PPnBM merupakan sebuah langkah yang tepat di tengah stagnan ekonomi yang dialami Indonesia saat ini. Hal itu dikarenakan dengan adanya relaksasi tersebut mau memberikan dampak pada peningkatan serapan hasil industri kendaraan bermotor. 
 
“Kebijakan ini mau memberikan stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi dan tentunya secara tidak langsung pemerintah sesungguhnya dengan kebijakan ini mencegah atau paling tidak mengurangi terjadinya PHK di sektor-sektor tersebut,” kata Iswan dalam keterangannya, Kamis (18/2).

Baca Juga: Multifinance masih kaji kebijakan DP 0% untuk kredit kendaraan

KSPI pun mendukung adanya upaya yang dilakukan pemerintah untuk memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi tersebut. Akan tetapi lebih dalam ia menyarankan kebijakan tersebut mau jauh lebih efektif jika pemerintah juga memberikan kepastian suku bunga kredit kepemilikan.

“Kalau pemerintah juga membarengi PPnBM ini dengan kepastian suku bunga kepemilikan atas barang mewah itu rendah, tentu mau memberikan peningkatan penjualan,” jelas Iswan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Pemerintah mau memberikan Insentif Fiskal berupa Penurunan Tarif PPnBM untuk kendaraan bermotor pada segmen kendaraan dengan kapasitas mesin kurang dari 1500 cc, yaitu untuk kategori sedan dan 4×2. 

BACA JUGA:  Hadiri perayaan Imlek secara virtual, Jokowi bicara penanganan kesehatan

Rencananya, insentif PPnBM yang mau dilaksanakan 1 Maret mendatang ini mau berlangsung selama 9 bulan. Pemberian insentif mau terbagi ke dalam 3 tahap, masing-masing tahapannya mau berlangsung selama 3 bulan. Adapun besaran insentif yang diberikan mencapai 100% pada tahap pertama, 50% pada tahap kedua, dan 25% di tahap ketiga.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda mau menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang apat juga digunakan berbelanja di KONTAN Store.



Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *