Amazon hingga Facebook bergabung dengan kamar dagang AS gugat pajak iklan digital

  • Whatsapp
1860792638p

ILUSTRASI. Logo Facebook. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

Read More

RUMAHPUTIH.COM – WASHINGTON. Sebuah grup yang mewakili perusahaan internet  yakni Amazon , Facebook, dan Alphabet bergabung dengan Kamar Dagang AS dan perusahaan lainnya mengajukan gugatan untuk menentang pajak iklan digital baru di negara bagian Mayland.

Kamar Dagang yang merupakan asosiasi pelaku bisnis terbesar di AS, Asosiasi Internet yang mewakili selusin perusahaan teknologi,  Asosiasi Industri Komputer dan Komunikasi, serta NetChoice mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik AS di Maryland untuk meminta pajak baru tersebut dicabut pada Kamis (18/2).

Pajak iklan digital itu disahkan minggu terus oleh Badan Legislatif negara bagian AS tersebut atas veto Gubernur Republik Larry Logan.

Baca Juga: Ngeri, Jepang temukan mutasi virus corona baru

Gugatan itu menyebut pajak baru itu sebagai serangan hukuman terhadap iklan digital, tetapi bukan untuk iklan cetak. Pajak baru itu dinilai ilegal dalam beraneka cara dan harus dinyatakan melanggar hukum dan dilarang. 

Anggota parlemen negara bagian memperkirakan penerimaan pajak dapat meningkat sebanyak US$ 250 juta setiap tahun  setelah pajak iklan digital itu diberlakukan. Negara bagian lain juga mempertimbangkan untuk menerapkan pajak iklan digital.

Presiden Senat Negara Bagian Maryland, Bill Ferguson menilai langkah yang diambil para pengusaha itu mengecewakan karena mereka memilih membelanjakan jutaan dolar untuk menyewa pengacara berkekuatan tinggi alih-alih membayar bagian yang adil.

Baca Juga: Ramai dibahas fenomena Mr Hu, seller asal China yang jual barang dengan harga murah

BACA JUGA:  Korea Utara mau menerima hingga 1,7 juta dosis vaksin Covid-19 dari COVAX

Gugatan tersebut berpendapat tindakan tersebut mau mengurangi sumber daya untuk mendukung pembuatan dan ketersediaan konten berkualitas tinggi yang didukung iklan, menjadikan bidang online dibanjiri oleh konten ‘sampah’ berkualitas rendah.

Gugatan itu juga menantang karakter hukuman, termasuk tingkat keparahannya (hingga 10% dari pendapatan kotor) (dan) fokusnya pada perilaku ekstrateritorial.




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *