Presiden Prancis berharap negara kaya menyumbangkan vaksin Covid-19 ke Afrika

  • Whatsapp
1278807167p

ILUSTRASI. Warga lansia menunggu pembukaan pusat vaksinasi virus corona (COVID-19) di Nice, Prancis, Jumat (22/1/2021). REUTERS/Eric Gaillard

Sumber: Euronews | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Read More

RUMAHPUTIH.COM – PARIS. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengusulkan semoga negara-negara menyumbang antara 3-5 persen cadangan vaksin Covid-19 mereka ke Afrika yang cukup kesulitan saat ini.

Gagasan tersebut disampaikan Macron kala menghadiri pertemuan para pemimpin G7 hari Jumat (19/2). Dikutip dari Euronews, Kanselir Jerman Angela Merkel juga mendukung gagasan tersebut.

“Saya berkata: ‘mari kita transfer 3-5 persen dari stok vaksin yang kita miliki ke Afrika’. Hal ini tidak mau berdampak pada kelanjutan rencana vaksinasi negara kaya,” ungkap Macron dalam wawancaranya dengan Financial Times.

Macron juga menekankan bahwa rencana sumbangan dilakukan demi kepentingan Prancis dan Eropa. Ia menyebut bahwa saat ini Prancis mempunyai lebih dari 10 juta warga negara yang mempunyai kerabat di Afrika.

“Saya tidak apat juga menerima kenyataan bahwa ratusan juta vaksin sudah diberikan ke negara-negara kaya sementara negara-negara miskin belum mendapatkannya,” lanjut Macron.

Baca Juga: Presiden Prancis: Dunia butuh vaksin China dan Rusia semoga menang lawan Covid-19!

Macron percaya bahwa dengan kekuatan dan pengaruh yang mereka memiliki, negara-negara kaya apat juga memberikan tekanan lebih kepada produsen vaksin untuk mempercepat dan meningkatkan produksi vaksin terus mengirimnya ke luar negeri, dalam hal ini merupakan Afrika.

Prancis kembali menegaskan komitmennya untuk megirimkan 5 persen dari stok vaksin Covid-19 mereka ke Afrika, baik dalam bentuk sumbangan atau pun dijual dengan harga yang sangat rendah.

BACA JUGA:  Sri Mulyani: TNI-Polri penting untuk jaga stabilitas dan keberlangsungan pembangunan

Saat ini Macron mengakaui bahwa Uni Eropa masih lebih lambat dari AS dalam hal memproduksi dan memasok vaksin untuk penduduknya sendiri. 

Walaupun demikian, ia bersikeras bahwa mengalihkan sebagian kecil ke negara-negara Afrika tidak mau menghalangi program inokulasi.




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *