Indef Nilai Efek Diskon Pajak Mobil Baru Hanya Terasa Satu Triwulan

  • Whatsapp
86959 ekspor mobil meningkat

86959 ekspor mobil meningkat

RUMAHPUTIH.COM – Lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai bahwa relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dapat berdampak pada gairah konsumsi sektor otomotif meski hanya bakal terasa di satu triwulan.

Read More

“Saya rasa salah satu targetnya merupakan bagaimana bisa juga meningkatkan gairah konsumsi masyarakat. Tetapi, menurut saya untuk pemberian PPnBM saja masih belum bisa juga mendongkrak konsumsi tersebut,” ujar Kepala centre of industry, trade and Investment, Indef Andry Satrio Nugroho di Jakarta, Jumat (19/2/2021).

Menurut dia, di tengah pandemi ini masyarakat cenderung menahan konsumsi untuk kebutuhan sekunder.

“Di tengah kondisi yang saat ini masih ke arah WFH (work from home) dan kondisi masyarakat yang masih berjaga-jaga untuk ketidakpastian ke depan juga membikin mereka cenderung tidak spending untuk membeli mobil,” ucapnya.

Baca Juga:
Honda: Sasaran Diskon Pajak Mobil Baru Sudah Tepat

Meski terdapat kebijakan lanjutan seperti pembebasan uang muka atau down payment (DP) nol persen, lanjut dia, juga belum tentu dapat mendorong konsumsi di sektor tersebut.

“Menurut saya masih bergantung kepada perbankannya juga, saat ini perbankan masih berjaga-jaga untuk pemberian kredit kendaraan meskipun arahnya sudah membaik,” katanya.

Jika kebijakan itu berdampak, ia memprediksi, efeknya hanya terasa dalam satu kuartal.

Andry juga mengatakan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan perlu berhati-hati terhadap insentif PPnBM itu.

“Mau ada penurunan pendapatan negara dari PPnBM ketika kebijakan ini diterapkan,” ucapnya.

Baca Juga:
Menperin Yakin Diskon Pajak Mobil Baru Gairahkan Industri Otomotif

BACA JUGA:  Buat Geger, Motor-motor Misterius Terparkir 3 Tahun di Rumah Sakit

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor merupakan upaya pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *