Ahli kesehatan ini kasih peringatan: Long Covid apat juga menjadi pandemi dalam pandemi

  • Whatsapp
1433401831p

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

RUMAHPUTIH.COM – JENEWA. Penderita Long Covid belum banyak mendapat perhatian. Padahal, studi memperlihatkan, 1 dari 10 kasus Covid-19 berpotensi mempunyai gejala virus corona yang berkepanjangan, satu bulan setelah infeksi.

Read More

Yang berarti, jutaan warga mungkin menderita Long Covid alias mengalami gejala virus corona yang berkelanjutan. Misalnya, kelelahan dan gangguan jantung.

Karena itu, Gail Carson, Director of Network Development International Severe Acute Respiratory and Emerging Infection Consortium, memperingatkan, “Long Covid apat juga menjadi pandemi dalam pandemi”.

Tapi, dia bilang, penderitaan para pasien Long Covid tidak mendapat perhatian. Bahkan, bagi banyak warga yang tidak pernah harus menjalani perawatan di rumahsakit saat terjangkit virus corona, kondisi Long Covid “telah mengubah hidup” mereka.

Baca Juga: Hindari! Ini 6 tempat dengan risiko tinggi penularan virus corona menurut WHO

“Warga-orang kehilangan pekerjaan, mereka kehilangan hubungan dengan sesama. Ada urgensi nyata untuk mencoba dan memahami ini (Long Covid),” ungkapnya, Selasa (9/2), seperti dikutip Channel News Asia.

Carson menyatakan, Long Covid pada anak-anak “bahkan kurang dikenali atau dihitung” dibanding pada warga dewasa.

Dan, dia mengungkapkan, ada fakta “mengejutkan”, hanya 45 dari sedikitnya 5.000 proyek Covid-19 yang mendapat pendanaan yang meneliti Long Covid.

Mendorong penelitian Long Covid

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mendorong penelitian, pengakuan, dan rehabilitasi yang lebih besar untuk para penderita Long Covid. 

Baca Juga: 7 Gejala virus corona yang kurang umum dan baru menurut WHO



BACA JUGA:  American Airlines pertimbangkan cari utang baru
-->

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *