Daihatsu Hitung Harga Produk yang Mendapat Relaksasi Pajak, Ini Hasilnya

  • Whatsapp
97701 new daihatsu ayla

RUMAHPUTIH.COM – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyambut positif relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang mau diterapkan secara bertahap mulai Maret 2021.  Apalagi produknya di kategori Low Cost Green Car atau LCGC memenuhi kriteria pajak nol persen ini.

Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation menyatakan pihaknya sudah melakukan penghitungan secara internal. Tetapi demikian berapa penurunan harga yang mau terjadi belum dapat disampaikan.

Read More

“Tentunya kami sudah menghitung sendiri. Seandainya relaksasi sampai nol persen mau jadi berapa. Tapi sekali lagi mohon maaf, kami belum dapat sampaikan angkanya. Kami lihat dulu petunjuk teknisnya,” ujar Hendrayadi Lastiyoso, dalam sesi virtual bersama dengan Daihatsu, Jumat (19/2/2021).

Ia menambahkan, takutnya nanti ekpektasi konsumen mau berbeda, sedangkan Penyalur Pemegang Merek atau APM juga memiliki hitungan sendiri.

Baca Juga:
Daftar Harga Mobil Low MPV Februari 2021 Dapat Pajak Mobil 0 Persen

Daihatsu Sigra 2019 diluncurkan di Serpong, Banten, Senin (16/9/2019). [RUMAHPUTIH.COM/Tivan Rahmat]
Daihatsu Sigra 2019. Sebagai ilustrasi produk LCGC [RUMAHPUTIH.COM/Tivan Rahmat]

Dan bila harga sudah keluar atau diumumkan, tidak mungkin dapat diralat kembali. Jadi pihak PT ADM menyebutkan mau menunggu semua pasti atau ada kepastian.

“Jadi mohon bersabar, minggu depan mungkin dapat kami rilis model dari Daihatsu terkait relaksasi ini,” kata Hendrayadi Lastiyoso.

Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah Indonesia telah menyetujui usulan terkait relaksasi PPnBM kendaraan bermotor secara bertahap selama 2021.

Skenario besaran relaksasi PPnBM merupakan nol persen pada Maret-Mei, kemudian 50 persen pada Juni-Agustus dan 25 persen pada September-November 2021.

BACA JUGA:  Katalitik Konverter Mobil Jadi Incaran Pencuri, Ternyata Harganya Mahal

Dengan relaksasi ini, diharapkan estimasi terhadap penambahan output industri otomotif mau menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp1,4 triliun.

Baca Juga:
Dua Model Mitsubishi Masuk Kriteria Relaksasi Pajak, Mau Turun Hargakah?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *