Lagi, Google pecat ilmuwan di tengah polemik kebebasan dan keragaman penelian

  • Whatsapp
1624365924p

ILUSTRASI. Lagi, Google pecat ilmuwan di tengah polemik kebebasan dan keragaman penelian. FOTO: REUTERS/Dado Ruvic

Sumber: Reuters | Editor: Hasbi Maulana

Read More

RUMAHPUTIH.COM – JAKARTA. Google Alphabet Inc memecat peneliti Margaret Mitchell pada hari Jumat (19/2). Pemecatan itu terjadi, menurut Google, setelah penyelidikan selama berminggu-minggu menemukan Mitchell memindahkan file elektronik ke luar perusahaan di polemik kebebasan dan keragaman penelitian.

Google mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Mitchell melanggar kode etik dan kebijakan keamanan perusahaan. Sebaliknya Mitchell, yang mengumumkan pemecatannya di Twitter, tak segera menanggapi permintaan komentar oleh Reuters.

Reuter menulis, etika Google dalam unit penelitian kecerdasan (artificial Intelligence) buatan telah mendapat sorotan sejak pemecatan ilmuwan kulit hitam Timnit Gebru pada bulan Desember. Pemecatan itu mendorong ribuan pekerja Google untuk memprotes.

Baca Juga: Update Android 12, simak jadwal rilis untuk beberapa merek HP Android

Gebru dan Mitchell, yang berkulit putih, menyerukan mudah-mudahan lebih banyak keragaman di antara staf penelitian Google dan menyatakan keprihatinan bahwa perusahaan tersebut mulai menyensor penelitian yang kritis terhadap produknya.

Gebru mengatakan Google memecatnya setelah dia mempertanyakan perintah untuk tidak menerbitkan makalah yang mengklaim bahwa AI yang meniru bahasa dapat merugikan populasi yang terpinggirkan.

Mitchell dan Gebru memimpin tim etika kecerdasan buatan selama sekitar dua tahun.

Direktur riset Google AI Zoubin Ghahramani dan perwakilan hukum perusahaan memberi tahu tim Mitchell tentang pemecatannya pada hari Jumat dalam sebuah pertemuan singkat, kata seseorang yang mengetahui masalah tersebut. Warga tersebut mengatakan sedikit penjelasan yang diberikan untuk pemecatan tersebut.

BACA JUGA:  Harapan pemerintah terhadap vaksinasi gotong royong

Baca Juga: Masyarakat Australia marah dan serukan boikot Facebook

Google menolak berkomentar kepada Reuters.

Karyawan Google Alex Hanna mengatakan di Twitter bahwa perusahaan menjalankan “kampanye kotor” terhadap Mitchell dan Gebru, yang bekerja sama dengannya.

Google tidak segera mengomentari klaim tersebut. Pernyataan Google tentang Mitchell: “Kami mengonfirmasi bahwa ada beberapa pelanggaran kode etik kami, serta kebijakan keamanan kami, yang termasuk eksfiltrasi dokumen rahasia bisnis yang sensitif dan data pribadi karyawan lain.”

Google telah merekrut ilmuwan top dengan janji kebebasan penelitian, tetapi batasan tersebut menghadapi ujian karena semakin banyak peneliti yang menulis tentang efek negatif teknologi dan menawarkan perspektif yang tidak menarik pada produk perusahaan mereka.




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *