Makan korban, seorang tewas dalam demo menentang kudeta militer Myanmar

  • Whatsapp
487572953p

Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

RUMAHPUTIH.COM – YANGON. Aksi demonstrasi menentang kudeta militer di Myanmar memakan korban jiwa.

Read More

Seperti dilansir Reuters, seorang pria tewas di Myanmar pada Sabtu (02/2), ketika polisi melepaskan tembakan untuk membubarkan para penentang kudeta militer di kota kedua Mandalay, demikian laporan dari media dan layanan ambulans.

Mereka mengatakan, polisi dan pekerja galangan kapal yang mogok saling berhadapan berjam-jam di Mandalay dan beberapa warga dengan luka serius dibawa ke rumah sakit setelah polisi menembakkan senjata untuk membubarkan massa.

Baca Juga: Gelombang aksi unjuk rasa menentang kudeta di Myanmar masih berlanjut

Seorang pria meninggal karena luka di kepala, menurut pekerja media termasuk Lin Khaing, asisten editor di outlet media Voice of Myanmar di kota, dan layanan darurat Mandalay.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui utusan khususnya mengingatkan militer Myanmar mau konsekuensi berat yang bakal mereka terima jika ada tindakan keras terhadap demonstran yang menentang kudeta militer.

Utusan khusus PBB Christine Schraner Burgener pada Senin terus (15/2) berbicara langsung dengan perwakilan junta militer Myanmar terkait keamanan warga Myanmar pasca kudeta.

Burgener menegaskan bahwa hak berkumpul secara damai harus sepenuhnya dihormati. Dengan itu, para demonstran tidak boleh dikenakan kekerasan.

 

 




BACA JUGA:  Mesir dan Yunani bidik kerja sama multi-sektor di kawasan Mediterania timur

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *