Diskon PPnBM dan Relaksasi Kredit OJK Diharapkan Dorong Minat Beli Mobil

  • Whatsapp
67343 menko perekonomian airlangga hartarto

67343 menko perekonomian airlangga hartarto

RUMAHPUTIH.COM – Menteri Koordinator Perekonomian RI Airlangga Hartarto berharap relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau diskon PPnBM yang berlaku mulai Maret 2021, dan regulasi relaksasi kredit mobil Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal mendongkrak minat beli masyarakat serta mendorong utilisasi industri otomotif.

Read More

Utilisasi industri otomotif pada tahun terus menurun imbas Covid-19. Kinerja ekspor juga turun drastis, akan tetapi kian membaik di kuartal akhir yang tumbuh lebih dari 180 persen jika dibandingkan dengan kuartal kedua 2020.

“Pemerintah mendorong utilisasi ini dengan kebijakan mudah-mudahan konsumsi rumah tangga apat juga mengingkat kembali. Salah satunya ialah yang terkait dengan tarif PPnBM, yang diharapkan apat juga dorong minat beli masyarakat karena industri ini ialah industri padat karya dengan 1,5 juta warga tenaga kerja langsung dan 4,5 juta secara tidak langsung,” kata Menko Airlangga dalam siaran virtual, Kamis (18/2/2021).

“Kami berharap (insentif) apat juga diberlakukan pada 1 Maret, dan didukung oleh revisi kebijakan OJK untuk dorong kredit pembelian kendaraan bermotor dengan pengaturan DP 0 persen, dan mendorong lembaga pembiayaan dan perbankan untuk membiayai pembelian otomotif,” imbuhnya.

Baca Juga:
Diskon PPnMB Cegah PHK di Industri Otomotif

Airlangga menambahkan, pemerintah juga berupaya untuk mempercepat Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, demi mendorong dan menopang industri otomotif, yang diharapkan biaya logistik apat juga lebih bersaing dan ekspor meningkat.

Pemerintah juga mengeluarkan peta jalan otomotif yang didorong berbasis sustainability dan ramah lingkungan, salah satunya ialah kendaraan listrik (EV). Ada juga insentif fiskal untuk kendaraan ramah lingkungan berbasis listrik (BEV) dengan PPnBM sebesar 0 persen

BACA JUGA:  5 Kuda Besi Ganteng Ini Cocok Dibikin Motor Kustom, Apa Saja?

“Alokasi anggaran PEN targetkan Rp688,3 triliun, pemerintah berusaha mendukung pemulihan ekonomi dengan penanganan lebih baik di sisi kesehatan, dan diperkirakan pertumbuhan ekonomi apat juga dijaga di 4,5-5,5 persen,” kata Menko Airlangga.

“Vaksinasi diharapkan mempercepat keyakinan publik dan mendorong konsumsi lagi, dan ada juga juga perbaikan di sisi eksternal atau demand barang-barang yang diproduksi di Indonesia,” pungkasnya. [Antara]

Baca Juga:
Optimistis Indonesia dalam Pasar Modal Tahun 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *