Ratusan bom peninggalan tentara AS di Laos berhasil Rusia jinakkan

  • Whatsapp
1952477439p

Sumber: TASS | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

RUMAHPUTIH.COM – LAOS. Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan pada Selasa (16/2), mereka mengirim prajurit dari Pusat Anti-Ranjau Internasional Angkatan Bersenjata Rusia untuk membersihkan sisa-sisa bom kluster yang bisa juga meledak kapan saja ke Laos.

Read More

Laos merupakan negara yang menerima dampak parah dari Perang Vietnam puluhan tahun terus.

Dilansir dari TASS, pasukan penjinak bom Rusia kembali menjinakkan lebih dari 580 bom kluster milik AS yang masih bersarang di Laos. Ratusan bom tersebut merupakan sisa perang di masa terus dan masih aktif.

Prajurit penjinak bom Rusia berhasil menemukan lebih dari 580 benda peledak selama pembersihan ranjau di area Bandara Thong Hai Hin yang terletak di Provinsi Xiangkhouang, Laos.

Baca Juga: Konfirmasi pertama, 4 tentara China tewas dalam bentrokan dengan pasukan India

Menurut tim yang bertugas, benda peledak yang ditemukan merupakan jenis bom kluster udara BLU-26, BLU-63, dan BLU-3B buatan AS serta persenjataan artileri dari beraneka kaliber.

Seluruh personel penjinak bom dilengkapi dengan alat perlindungan yang canggih untuk mendeteksi perangkat peledak.

“Tim Rusia menggunakan alat domestik modern untuk pencarian, deteksi, dan perlindungan, seperti detektor ranjau induksi IMP-3, detektor logam bumi dalam MG -1I, detektor bom magnetometrik MBI-P2, dan detektor PPO-2I di bawah permukaan,” ungkap Kementerian Pertahanan Rusia.

Pengiriman pasukan penjinak bom ini ada di bawah keputusan langsung Presiden Rusia Vladimir Putin. Ini merupakan misi pembersihan ranjau darat ketiga dari insinyur militer Rusia ke Laos.

BACA JUGA:  Dengan bobot 30.000 ton, kapal induk Korea Selatan diharapkan selesai tahun 2033

Baca Juga: Gelar latihan militer bersama dengan Iran, kapal perang Rusia tiba di Samudera Hindia

Laos jadi negara yang paling banyak dibom

Menurut data badan amal HALO Trust, Laos merupakan negara yang paling banyak dibom di dunia per kapita. Sebagian besar berasal dari serangan udara besar-besaran pada tahun 60-an dan 70-an selama Perang Vietnam.

HALO Trust mencatat, ada sekitar 20.000 warga, 40% di antaranya merupakan anak-anak, tewas atau terluka konsekuensi bom kluster atau benda lain yang tidak meledak di Laos sejak perang rampung.

HALO Trust merupakan badan amal non-politik dan non-agama yang terdaftar di Inggris. Badan ini juga tercatat sebagai oraganisasi nirlaba di AS. 

Secara umum, HALO Trust berupaya untuk menghilangkan sisa-sisa perang yang membahayakan penduduk, khususnya merupakan ranjau darat yang masih banyak tertanam dan bisa juga meledak kapan saja.




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *