KPAI: Pandemi memicu meningkatnya kasus putus sekolah dan pernikahan anak

  • Whatsapp
198697937p

ILUSTRASI. Sejumlah pelajar melakukan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Balai Warga RT 05/RW 02 Kelurahan Galur, Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2020). JAK Wifi ialah program internet gratis dari Pemprov DKI JakartaKONTAN/Fransiskus Simbolon

Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

Read More

RUMAHPUTIH.COM – JAKARTA. Pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berumur satu tahun. Masih tingginya kasus covid-19, sebagian besar  daerah memutuskan menunda sekolah tatap muka dan memilih memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Hasil pengawasan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperlihatkan, pandemi berpotensi kuat meningkatnya angka putus sekolah dan pernikahan anak. 

Mulai Juni 2020 sampai. Februari 2021, KPAI menerima pengaduan terkait masalah pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikann (SPP), terutama di sekolah-sekolah swasta.  Kasus-kasus tersebut diselesaikan melalui mediasi dengan melibatkan Dinas Pendidikan setempat 

Pengaduan mulai dari meminta pengurangan SPP karena adanya kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) dan masalah tunggakan SPP, mulai dari tunggakan 3 bulan sampai 10 bulan.  “Meskipun DKI Jakarta masuk pengaduan terbanyak, Dinas Pendidikan DKI Jakarta sangat kooperatif dalam upaya menyelesaikan dan mempunyai program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan KJP Plus bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, sehingga memudahkan penyelesaian,” ujar Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, dalam rilis, Kamis (18/2). 

Pandemi juga menjadi salah satu pemicu peserta didik berhenti sekolah. Penyebabnya pernikahan dini atau siswa memilih bekerja membantu ekonomi keluarga karena orangtua kehilangan pekerjaan. Ketika anak menikah atau bekerja, maka secara otomatis berhenti sekolah. 

Jenis pekerjaan para siswa kebanyakan pekerjaan informal seperti tukang parkir, kerja dicucian motor, bekerja di bengkel motor, di percetakan, berjualan bensin di rumah, asisten rumah tangga (ART). ada juga yang membantu usaha orangtuanya karena sudah tidak mampu lagi membayar karyawan. 

BACA JUGA:  Ketimpangan ekonomi (rasio gini) naik pada September 2020, ini alasan pemerintah

“Bahkan, pada salah satu SMK swasta di Jakarta yang mayoritas siswanya memang dari keluarga tidak mampu, rata-rata per kelas ada 4 siswa bekerja,” ungkap Retno.  Akan tetapi, mereka diberikan kesempatan menyusulkan tugas. Uang SPP) tidak ada masalah, karena di DKI Jakarta mereka memperoleh KJP  Plus (Kartu Jakarta Pintar Plus). 

Selain itu, aktivitas belajar di rumah tanpa pengawasan orangtua mau berpotensi menimbulkan remaja mempunyai keleluasaan dalam bergaul di lingkungan sekitar. Ini terjadi bila pengawasan orangtua terhadap anaknya sangat lemah. Tidak dapat dihindari terjadinya pergaulan bebas yang menimbulkan kehamilan di luar nikah dan menyebabkan angka dispensasi meningkat di masa pandemi ini.

KPAI mendorong dinas pendidikan di daerah memetakan bersama dengan sekolah terkait anak-anak yang berpotensi putus sekolah karena tidak mempunyai biaya.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda mau menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa juga digunakan berbelanja di KONTAN Store.



Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *