Pembelajaran mandiri perlu dibarengi pengawasan warga tua

  • Whatsapp
belajar 1
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Analis Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasdikmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nur Fitriana mengatakan bahwa pembelajaran secara mandiri (independent learning) penting bagi siswa, tetapi warga tua juga tetap harus memberikan pengawasan.

“Murid sebagai independent learner penting, tapi tidak dapat abai dari pengawasan kita semua. Terus lakukan komunikasi, edukasi dan asesmen,” kata Nur Fitriana dalam seminar daring, Sabtu (20/2).

“Referensi-referensi ini kami upayakan untuk memberikan layanan terbaik di dunia pendidikan,” ujarnya menambahkan.

Baca juga: Teknologi AI dapat dorong pengalaman belajar secara digital

Baca juga: Literasi digital penting bagi keberlangsungan PJJ

Lebih lanjut, Nur Fitriana mengatakan bahwa untuk mendukung pembelajaran secara mandiri ini, Kemendikbud telah memberikan sejumlah fasilitas yang dapat diakses secara mudah dan tidak berbayar bagi siswa.

Beberapa di antaranya merupakan portal rumah belajar, yang berisikan konten yang didapatkan dari bermacam guru di bermacam jenjang pendidikan. Konten ini dapat diakses gratis berupa buku digital, video, laboratorium maya, dan lainnya.

“Kami di masa pandemi juga ada AKSI for School — portal belajar untuk mereka di pendidikan nonformal (homeschooling). Ini juga gratis,” ujar Nur Fitriana. Ia menambahkan, pihaknya juga berupaya untuk melakukan pendampingan psikososial untuk warga tua.

Kemendikbud juga berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI untuk edukasi dan literasi digital, serta memfasilitasi para siswa di daerah 3T dengan layanan modul mandiri.

Ada pun kebijakan Kemendikbud ke depan bakal ada kurikulum informatika sejak jenjang sekolah dasar (SD) yang nantinya bakal dikemas di intra atau ekstra kurikuler.

“Ini mudah-mudahan menjadikan anak-anak kita berwawasan global dan mampu berpikir kritis. Sehingga anak-anak muda kita memiliki kompetensi yang dapat bersaing di tingkat internasional,” jelasnya.

BACA JUGA:  TikTok Hapus Video dan Tagar Kerusuhan Pendukung Trump di Capitol

Di sisi lain, profesor ilmu komputer di ABFI Institute of Perbanas sekaligus bagian dari Smart Learning Center and Character PGRI, Richardus Eko Indrajit, mengatakan warga tua dan guru juga dituntut untuk mempunyai kemampuan literasi digital, demi menunjang pembelajaran mandiri anak.

Ketika anak mampu belajar secara mandiri, dia bakal mendalami pengetahuan, fase knowledge deepening, sesuai dengan minatnya.

Begitu mempunyai pengetahuan yang mendalam, dia bakal menciptakan sesuatu berdasarkan ilmu yang dimiliki, atau fase knowledge creation, untuk membantu masyarakat.

Baca juga: Pakar sebut literasi digital dorong anak belajar mandiri

Baca juga: Pegiat pendidikan: Masyarakat butuh pusat belajar mandiri saat pandemi

Baca juga: Kerja keras pemerintah dan sekolah kala pandemi

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *