Kiat warga tua buat konten edukatif untuk anak

  • Whatsapp
people 2564425 1280
Jakarta (RUMAHPUTIH) – CEO HelloMotion sekaligus kreator konten dan animator asal Indonesia Wahyu Aditya membagikan sejumlah kiatnya untuk menjadikan konten edukatif untuk dimainkan dan dikerjakan bersama dengan dengan anak-anak di rumah.

Menurut Wahyu, hal pertama yang harus diperhatikan warga tua ialah mau membuka diri dan belajar dunia si anak, yang notabene sudah sangat lekat dengan teknologi digital.

“Warga tua perlu banyak belajar dari anak, terlebih, semua informasi bisa juga kita temukan di internet,” kata Wahyu dalam seminar daring, Sabtu (20/2).

Baca juga: Literasi digital penting bagi keberlangsungan PJJ

Baca juga: Teknologi AI bisa juga dorong pengalaman belajar secara digital

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa dalam pembuatan konten, ada tiga fase; yaitu fans (penikmat), prosumer, dan profesional. Bagi Wahyu, penting bagi warga tua yang mau menjadikan konten edukatif anak secara serius, beranjak dari fase fans ke prosumer.

Prosumer sendiri didefinisikan sebagai individu yang mengkonsumsi dan menghasilkan nilai, baik untuk konsumsi sendiri atau konsumsi oleh warga lain, dan dapat menerima insentif implisit atau eksplisit dari organisasi yang terlibat dalam pertukaran.

Istilah ini kemudian merujuk pada seseorang yang menggunakan produksi sebaya berbasis umum.

“Kita bisa juga mulai belajar dari fans ke prosumer. Untuk menuju sana, dibutuhkan passion, skill, teknologi, dan networking. Karya ini nantinya bisa juga dibuat ke bentuk film, animasi, buku, dan lain sebagainya,” ujar pria yang juga akrab disapa Wadit itu.

Konten yang ingin dibuat pun bisa juga diambil dari informasi dan/atau pengalaman baru dan dibungkus melalui bentuk video, suara, permainan, hingga gambar.

Kiat lain bagi warga tua, ialah mencoba menjadi relevan dengan anak-anaknya, yang kini mungkin telah memasuki kalangan generasi Z. Sama seperti anak, warga tua, bagi Wahyu, harus terus belajar.

BACA JUGA:  Ini Cara Menghapus Cache di Laptop untuk Cegah Lemot

“Warga tua bisa juga meluangkan waktu untuk mempelajarinya. Misalnya dengan bermain game yang disukai bersama dengan anak, bonding dengan anak lewat hobi seperti menyanyi, dan lainnya,” jelas Wahyu.

“Kita sebagai warga tua, terus belajar menjadi warga tua. Sebagaimana pesan Menteri (Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim), kita harus banyak tanya, banyak coba, dan banyak berkarya,” pungkasnya.

Baca juga: Kemendikbud: Konten pendidikan harus selaras dengan kearifan lokal

Baca juga: Selama pandemi COVID-19, Kemendikbud akui konten pendidikan terbatas

Baca juga: Sudjiwo Tejo cegah pengaruh konten asusila dengan ajarkan bertuhan

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *