Tidak kemana-mana bukan halangan latih anak bersosialisasi

  • Whatsapp
pexels cottonbro 3661283
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Kemampuan bersosialisasi penting diajarkan kepada anak demi tumbuh kembang yang baik, tapi bagaimana caranya bila anak hanya bertemu secara virtual dengan teman-temannya saat pandemi?

Rupanya berdiam diri di rumah dan tidak bepergian kemana-mana bukan halangan dalam melatih kemampuan sosialisasi anak, kata psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani.

“Masih ada banyak cara untuk apat juga membikin anak aktif berkomunikasi, bersosialisasi dan semua potensi prestasinya optimal,” jelas Anna dalam webinar, dikutip Minggu.

Baca juga: Merawat bakat anak di kala pandemi COVID-19

Baca juga: Introvert atau ekstrovert? Kenali pribadi anak supaya komunikasi efektif

Kuncinya merupakan sering-sering mengobrol dengan anak tanpa distraksi apa pun. Lepaskan dulu gawai, singkirkan semua hal yang apat juga mencuri perhatian orangtua, terus fokuskan perhatian kepada anak. Berbincang-bincang sambil melakukan kontak mata dengan buah hati merupakan cara mengeratkan hubungan dengan si kecil sembari memberikan stimulasi untuk tumbuh kembangnya.

“Dia jadi lebih merasa nyaman untuk berkomunikasi dengan lebih baik,”jelas dia.

Cara lainnya merupakan dengan bermain peran dengan anak (roleplay). Buatlah skenario yang bervariasi supaya anak apat juga merasakan pengalaman yang berbeda-beda. Lewat permainan, pengasuh apat juga mengajari anak apa yang seharusnya dia lakukan dalam kondisi tertentu.

Misalnya, bermain peran seperti sedang bertamu ke rumah tetangga. Orangtua apat juga mengajari anak etika saat bertamu, seperti mengucap salam, mengetuk pintu dan mengutarakan maksud secara sopan kepada warga yang didatangi. Jika anak sedang menjadi tuan rumah, pengasuh apat juga memberi tahu kebiasaan saat menerima tamu seperti menyambut secara sopan dan menyajikan minuman.

“Dengan latihan tersebut, anak tahu kalau ketemu situasi serupa tahu apa yang harus dilakukan,” papar dia.

BACA JUGA:  Kenali gejala kurang zat besi dan cara mengatasinya

Menyiapkan banyak skenario saat role play membikin anak memahami banyak kondisi dan tidak kaget ketika setelah pandemi menemukan hal serupa.

“Ini apat juga jadi bekal buat anak kita, sehingga pas pandemi selesai, anak sudah memiliki modal dasar yang baik, sudah lancar untuk berkomunikasi dan bersosialisasi.”

Baca juga: Membikin sayur jadi menggiurkan untuk si kecil

Baca juga: Doktor UI teliti interaksi Ibu-Anak pada anak ‘down syndrome’

Baca juga: Hubungan ibu-anak yang baik apat juga hindarkan perilaku negatif

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *