Huawei pangkas lebih separuh produksi ponsel tahun ini?

  • Whatsapp
IMG 8079
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Huawei dilaporkan telah memberi tahu pemasoknya bahwa pesanan komponen ponsel pintarnya bakal turun lebih dari 60 persen tahun ini.

Menurut laporan Nikkei Asia, dikutip Minggu, Huawei telah menginformasikan kepada pemasok bahwa mereka berencana memesan komponen sebanyak 70 juta hingga 80 juta smartphone tahun ini. Angka tersebut mewakili penurunan lebih dari 60 persen dari 189 juta smartphone yang dikirimkan Huawei tahun terus.

Pesanan komponen Huawei telah dibatasi untuk model 4G karena adanya pembatasan izin pemerintah AS untuk mengimpor komponen model 5G. Beberapa pemasok mengindikasikan angkanya apat juga saja diturunkan menjadi hampir 50 juta unit.

Baca juga: Huawei buka ASEAN Academy Engineering Institute di Indonesia

Baca juga: Huawei GCI ungkap 5 tahap terpenting transformasi digital industri

Raksasa teknologi China itu tahun terus jatuh ke posisi No.3 di industri smartphone global, di belakang Samsung dan Apple, menurut perusahan riset pasar IDC. Huawei kemungkinan bakal kehilangan kekuatan lebih jauh tahun ini di tengah pembatasan ekspor AS.

Huawei pada November menjual brand smartphone ramah kantong miliknya, Honor, kepada konsorsium lebih dari 30 perusahaan China, dalam upaya membantu Honor memperoleh kembali akses ke komponen dan suku cadang penting yang tidak terbatas pada pembatasan AS.

Honor mengatakan telah mengamankan hubungan bisnis dengan sejumlah pemasok utama, termasuk AMD, Intel, MediaTek, Micron Technology, Microsoft, Qualcomm, Samsung, SK Hynix dan Sony. Huawei juga meluncurkan smartphone V40 5G di China bulan terus.

Sementara beberapa pemasok Huawei telah memperoleh izin dari Departemen Perdagangan AS, untuk mengirimkan suku cadang, Huawei masih kekurangan akses ke komponen inti untuk model 5G.

Ada laporan bahwa Huawei mungkin menjual bisnis ponselnya secara keseluruhan. Ditanya tentang hal ini, CEO Huawei Technologies Ren Zhengfei mengatakan bahwa dia “tidak bakal” mengambil jalan itu. Tetapi, menurut seorang eksekutif di salah satu pemasok, Huawei belum apat juga memperoleh komponen yang diperlukan.

BACA JUGA:  Rekomendasi Game : Pipe Mania, Game Puzzle Teman yang Pas Atasi Penat

Kelangkaan semikonduktor dan komponen global juga membebani bisnis ponsel pintar Huawei.

Ada harapan di China bahwa Presiden AS Joe Biden, yang mengambil kepimpinan dari Donald Trump bulan terus, bakal mengurangi garis keras yang dibuat pendahulunya itu terhadap perdagangan China, termasuk dalam hal semikonduktor dan peralatan terkait. Tetapi sekarang tampaknya pemerintahan baru bakal mempertahankan sikap agresif Trump.

Calon sekretaris Departemen Perdagangan AS, Gina Raimondo, awal bulan ini mengatakan bahwa dia saat ini tidak melihat alasan untuk menghapus perusahaan yang masuk dalam daftar hitam dari Daftar Entitas departemen karena sebagian besar dimasukkan di dalamnya untuk alasan keamanan nasional atau kebijakan luar negeri.

Baca juga: Huawei melihat ada akselerasi dan adopsi proses produksi industri 5G

Baca juga: Bos Huawei akui Apple buat ponsel 5G terbaik

Baca juga: Huawei buka gerai HES baru di Lippo Mall Puri

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *