Australia sebut Facebook bakal pulihkan layanan usai perubahan aturan

  • Whatsapp
1860792638p

ILUSTRASI. Ilustrasi Facebook. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

Read More

RUMAHPUTIH.COM – CANBERRA. Facebook Inc bakal memulihkan halaman berita Australia dalam beberapa hari ke depan setelah Canberra setuju untuk mengubah undang-undang yang bakal memaksa raksasa media sosial itu membayar perusahaan media untuk konten berita.

Australia dan Facebook telah terjebak dalam kebuntuan selama lebih dari seminggu karena Canberra mendorong langkah tersebut, yang ditujukan untuk raksasa teknologi, seperti Facebook dan Alphabet Inc.

Di lansir dari Reuters, Selasa (23/2). Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg dan Facebook mengatakan, kesepakatan telah dicapai pada aspek-aspek utama hukum, yang ditentang keras oleh perusahaan teknologi.

Baca Juga: Vietnam perkuat sistem pertahanan demi hadapi China di Kepulauan Spratly

“Sebagai hasil dari perubahan ini, kami sekarang dapat bekerja untuk melanjutkan investasi kami dalam jurnalisme kepentingan publik, dan memulihkan berita di Facebook untuk warga Australia dalam beberapa hari mendatang,” kata Will Easton, Direktur Pelaksana Facebook Australia.

Perusahaan media sosial itu memicu kemarahan global pekan terus dengan menutup-nutupi berita untuk para penggunanya di Australia dan secara tidak sengaja memblokir serangkaian halaman Facebook non-berita yang terkait dengan segala hal mulai dari amal kanker hingga layanan tanggap darurat.

Perdana Menteri Scott Morrison dengan marah menuduh Facebook menjadikan keputusan untuk “tidak berteman” dengan Australia.

Baca Juga: Xi Jinping berharap China bisa juga menjalin kerja sama lebih luas dengan Mesir

BACA JUGA:  Taruhan Warren Buffett di perusahaan produsen mobil China membuahkan hasil besar

Tetapi telah terjadi kesepakatan pada menit terakhir, karena parlemen tampaknya bakal mengesahkan undang-undang pada minggu ini. Berarti Facebook dan Google tidak bakal dihukum selama mereka mencapai beberapa kesepakatan dengan perusahaan media lokal untuk membayar berita.

Mereka juga bakal memperoleh dua bulan tambahan untuk menjadi perantara perjanjian tersebut. “Kami senang bahwa kami dapat mencapai kesepakatan dengan pemerintah Australia dan menghargai diskusi konstruktif yang telah kami lakukan,” kata Easton.

 




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *