Studi baru: Vaksin efektif dalam mengurangi penularan virus corona

  • Whatsapp
1527576217p

ILUSTRASI. Warga mengantre untuk memasuki Lapangan Lord’s Cricket untuk menerima vaksin virus corona (COVID-19) di London, Inggris, Jumat (22/1/2021). REUTERS/John Sibley

Sumber: Al Jazeera | Editor: S.S. Kurniawan

Read More

RUMAHPUTIH.COM – LONDON. Data dari dua penelitian terpisah di Inggris dan Skotlandia memperlihatkan, vaksin Covid-19 efektif dalam mengurangi penularan virus corona baru dan rawat inap mulai dari dosis pertama.

Analisis dari Public Health England (PHE) yang terbit Senin (22/2) menyebutkan, vaksin buatan Pfizer-BioNTech mengurangi risiko tertular infeksi lebih dari 70% setelah dosis pertama. Risiko itu berkurang 85% pasca dosis kedua.

“Secara keseluruhan, kami melihat efek yang sangat kuat untuk mengurangi infeksi apa pun, tanpa gejala dan dengan gejala,” kata Strategic Response Director PHE Susan Hopkins dalam konferensi pers, seperti dikutip Al Jazeera.

Dalam sebuah pernyataan yang di-posting di media sosial, Menteri Kesehatan dan Perawatan Sosial Inggris Matt Hancock menyambut baik perkembangan tersebut, dan menyebutnya sebagai “berita yang sangat baik”.

“Ini memperlihatkan, vaksin bekerja dan itu memperlihatkan vaksin menyelamatkan nyawa,” ujarnya, seperti dilansir Al Jazeera.

Baca Juga: Terendah sejak Oktober, kasus virus corona global lanjutkan tren penurunan

Studi PHE juga memperlihatkan, rawat inap dan kematian dampak virus corona berkurang lebih dari 75% setelah program vaksinnasi Pfizer-BioNTech.

Inggris ialah salah satu negara yang paling terpukul di dunia oleh pandemi Covid-19, dengan hampir 121.000 kematian, menurut data dari Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat.

Negeri Ratu Elizabeth II ialah negara pertama yang memulai vaksinasi massal pada Desember terus. Sejauh ini, lebih dari 17 juta warga atau sepertiga dari populasi warga dewasa Inggris, telah menerima setidaknya dosis pertama.

BACA JUGA:  Myanmar memanas, demonstrasi melawan militer yang berkuasa terus berlanjut

“Kami bakal melihat lebih banyak data selama beberapa minggu dan bulan mendatang, tetapi kami harus sangat terdorong oleh temuan awal ini,” kata Dr Mary Ramsay, Kepala Imunisasi PHE.

Menurunkan jumlah pasien yang dirawat

Sementara penelitian di Skotlandia memperlihatkan, vaksin Pfizer-BioNTech dan Oxford-AstraZeneca menurunkan jumlah pasien yang dirawat di rumahsakit setelah pemberian dosis pertama.

Baca Juga: Direktur WHO Eropa menyebut pandemi corona bakal finis awal 2022




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *