Erick Thohir: Indonesia Masih Kejar Investasi Tesla

  • Whatsapp
1614091326 187 o 1at8651qm133rj0k1dg018ic1jtta

1614091326 187 o 1at8651qm133rj0k1dg018ic1jtta

RUMAHPUTIH.COM – Menteri BUMN Erick Thohir menyebut pemerintah tetap mengejar produsen mobil dan baterai listrik Tesla untuk berinvestasi di Indonesia. Saat ini, katanya, pemerintah terus melakukan pendekatan ke perusahaan besutan warga terkaya di dunia Elon Musk tersebut.

Read More

“Kita juga terus mengadakan pembicaraan dengan beberapa perusahaan besar lainnya dari Jepang dari Amerika termasuk yang sering dibicarakan di publik yaitu Tesla,” ujar Erick dalam sebuah webinar, Selasa (23/2/2021).

Erick menuturkan, dari sisi BUMN sendiri pihaknya telah mengerahkan BUMN di sektor energi untuk menjadikan konsorsium membangun industru baterai untuk kendaraan listrik.

“Kita mendapat kesepakatan kita menandatangani perjanjian konsorsium yang dibawa Pertamina, PLN, dan Mind ID holding company dari pertambangan untuk menjadikan isi baterai di Indonesia bersama dengan,” jelasnya.

Baca Juga:
Efisien dan Praktis, Sepeda Motor Listrik Bakal Berkembang di Indonesia

Erick menambahkan, dengan kehadiran industri baterai kendaraan listrik, maka mau menjadi sumber pendapatan baru bagi perekonomian Indonesia.

“Program-program yang jelas ini apat juga menjadi fondasi daripada pertumbuhan tidak untuk hanya 1 tahun tapi 20 tahun yang mau datang berdasarkan kekuatan sumber daya alam Indonesia,” ucap dia.

Sebelumnya, Perusahaan Mobil Listrik asal Amerika Serikat (AS) Tesla mulai ramai dibicarakan di Indonesia seiring dengan adanya kabar bahwa perusahaan milik Elon Musk ini mau berinvestasi di Indonesia.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi juga telah membenarkan kabar ini. Mulanya pada bulan ini, perwakilan Tesla mau berkunjung ke Indonesia. Tetapi kemudian diundur ke akhir Februari.

BACA JUGA:  Pamit Undur Diri, Begini Riwayat Perjalanan si Mungil tapi Kece Honda Jazz

Tesla sendiri disebut tertarik untuk berinvestasi di bidang Energy Storage System (ESS) di Indonesia dan bukan membangun pabrik mobil seperti yang sering diberitakan selama ini.

Baca Juga:
LPI Bakal Safari ke Negara-negara Asing Cari Modal Buat Pembangunan

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *