Jaringan internet menembus batas hingga wisata prioritas

  • Whatsapp
Wisata bukit silvia di Labuan Bajo 190120 KH 7
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Pernah berkunjung di daerah wisata tetapi tak ada sinyal? Unggahan Stories di Instagram, misalnya, harus disimpan terlebih dahulu, untuk kemudian diunggah saat bersua dengan jaringan internet.

Tidak, Anda — seorang smart traveler — tampaknya tidak mau lagi merasakan pengalaman serupa dalam waktu dekat. Terlebih di lima tempat wisata yang dijadikan prioritas oleh pemerintah.

Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat dan Likupang di Sulawesi Utara, menjadi lima daerah wisata yang masuk dalam Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Baca juga: Mengenal lima destinasi wisata super prioritas

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi mau menjadi perhatian lembaganya untuk mendukung prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia.

Secara umum, Menteri Kominfo Johnny G Plate mengatakan bahwa pemerintah melalui kementeriannya bersama dengan operator seluler memprioritaskan pemerataan akses internet dan infrastruktur TIK di bermacam sektor di Indonesia.

Pemerataan internet

Internet seakan menjadi senjata untuk menghubungkan Nusantara. Pemerintah ingin memperkecil disparitas infrastruktur antar wilayah, dan percepatan pemerataan internet untuk seluruh wilayah Tanah Air.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo pada kuartal terakhir 2020 telah menyelesaikan penyelenggaraan sinyal 4G di 1.209 desa dan kelurahan.

Selanjutnya, pada 2021, mau diselesaikan untuk 4.200 desa dan kelurahan, dan di 2022 sebanyak 3.704 desa dan kelurahan di wilayah 3T, daerah terdepan, terpencil dan tertinggal.

Baca juga: Sandiaga ajak tiket.com bantu dorong lima destinasi super prioritas

Akan tetapi, dengan luas wilayah nasional Indonesia yang 7,8 juta km persegi, 1,9 juta km persegi di antaranya daratan dengan 17.500 pulau, menjangkau sebaran penduduk yang begitu luas tentu penyebaran infrastruktur telekomunikasi dan informatika bukan pekerjaan yang gampang.

BACA JUGA:  Aisha Wedding, Tiktokcash dan nasib situs negatif

Di tambah lagi, 3,25 juta km persegi wilayah perairan dan 2,55 juta masuk dalam wilayah Zona Ekonomi Eksklusif, maka pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi menjadi tantangan tersendiri.

“Kita harapkan nanti di akhir tahun 2022 seluruh wilayah kita sampai di desa-desa sudah tersedia sinyal 4G,” ujar Menteri Johnny.

Saat ini Indonesia menggunakan sembilan satelit telekomunikasi di antaranya lima satelit telekomunikasi nasional dan empat satelit telekomunikasi asing sewaan.

Pada 2023, Satelit Multifungsi Republik Indonesia atau SATRIA diharap dapat mengorbit di 146 bujur timur untuk memenuhi pemerataan internet di sisi hilir dengan kapasitas 150 GB per detik.

Dengan adanya Satelit SATRIA-1 pada tahun 2023 nanti diharapkan ada 93.900 sekolah mau dilayani melalui akses internet yang langsung dihubungkan ke satelit. Kemudian, akses internet sisanya mau digunakan untuk pelayanan pemerintah, baik pemerintahan desa, Kamtibmas dan kebutuhan kemasyarakatan lainnya.

Baca juga: NTT targetkan internet gratis di tujuh kawasan wisata

Langkah kolaborasi

Kementerian Kominfo bersama dengan operator seluler memprioritaskan pemerataan akses internet dan infrastruktur TIK di bermacam sektor di Indonesia.

Hal ini menyusul evaluasi dari 10 tahun lisensi serta kerja sama antara Kementerian Kominfo dan operator seluler, serta rencana untuk periode 10 tahun kedua nantinya.

Operator seluler berkomitmen untuk selesaikan pembangunan di 3.435 desa dan kelurahan untuk hadirkan sinyal 4G di wilayah non 3T atau wilayah komersial.

Selain pemerataan internet, Kominfo dan operator juga mendiskusikan potensi pengembangan industri telekomunikasi seperti akselerasi digital, yang menjadi salah satu dampak pandemi COVID-19.

Langkah kolaborasi juga ditempuh Kominfo dengan mempererat kerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mendukung destinasi wisata super prioritas, termasuk soal ketersediaan sinyal.

BACA JUGA:  Gandeng Masyarakat, Kominfo Susun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024

“Karena begitu kita mendarat di lima destinasi super prioritas kita mau nyalakan smartphone kita atau HP kita, dan kita mau sangat bergantung terhadap coverage sinyal,” ujar Menteri Parekraf, Sandiaga Uno, usai pertemuan bersama dengan Menkominfo, Januari.

Baca juga: Kemenkominfo siapkan akses internet di tujuh destinasi wisata baru

Ketersediaan sinyal 4G di destinasi wisata super prioritas bukan semata untuk wisatawan yang datang, tetapi, juga usaha mikro, kecil dan menengah maupun usaha mikro di bidang pariwisata.

Teknologi, khususnya big data, apat juga membantu membangkitkan sektor pariwisata sekaligus memulihkan pandemi virus corona.

Kemkominfo dan Kemenparekraf juga mau membahas pertukaran data dalam aktivitas pariwisata, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

November tahun terus, Kominfo meresmikan 18 menara telekomunikasi atau BTS di Labuan Bajo, antara lain sebanyak 4 BTS di Desa Komodo.

Potensi ekonomi

Korelasi internet erat dengan pendapatan per kapita. Riset Google, Temasek, dan Bain & Company, memperlihatkan bahwa sektor ekonomi digital Indonesia tetap tangguh dan secara keseluruhan diperkirakan bernilai sebesar 44 miliar dolar AS pada 2020.

Adanya pandemi, sektor tertentu seperti perjalanan dan transportasi memang terhambat tetapi hasil riset itu memperlihatkan hingga 2025 keduanya diperkirakan mau bangkit dalam jangka pendek hingga menengah.

Hasil riset itu juga memperlihatkan bahwa e-commerce naik 54 persen menjadi 32 miliar dolar pada 2020, dari 21 miliar dolar pada 2019.

Pada 2020, lebih dari sepertiga konsumen layanan digital di Asia Tenggara mulai menggunakan layanan daring baru karena COVID-19. Di Indonesia pun, 37 persen konsumen digital menggunakan layanan baru karena wabah.

Selanjutnya, ekonomi digital di Indonesia diprediksi tumbuh pesat hingga diprediksi mencapai 124 miliar dollar AS (Rp1.760 triliun) pada 2025.

BACA JUGA:  LINE Tingkatkan Durasi Panggilan Grup hingga 100%

Terlepas dari hal itu, ekonomi digital mau apat juga menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru. Sektor UMKM juga masih sangat potensial untuk dikembangkan.

Dari 64 juta UMKM yang ada, baru 8 juta atau 13 persen saja yang terintegrasi dengan teknologi digital.

Kementerian Kominfo bersama dengan dengan Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) juga telah meluncurkan program pelatihan UMKM digital, sebagai wujud dan komitmen pemerintah dalam memajukan, memperkuat dan memberdayakan mitra UMKM dan ultra mikro di Tanah Air.

Ketika para pemangku kepentingan bersedia mengeliminasi hambatan yang ada, dan masyarakat turut menjadi penggerak roda, maka tercapainya potensi ekonomi digital bukan hanya angan-angan semata.

Baca juga: Ibu kota negara jadi kandidat penerapan 5G di Indonesia

Baca juga: Huawei dan BPPT kolaborasi perkuat ekosistem AI dan 5G Indonesia

Baca juga: RUU Cipta Kerja mau bantu rencana 5G di Indonesia

Oleh Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *