Pemerintah Haiti tangkap pejabat negara yang diduga terlibat upaya kudeta

  • Whatsapp
1497463021p

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

RUMAHPUTIH.COM – PORT-AU-PRINCE. Pemerintah Haiti pada hari Minggu (7/2) waktu setempat menangkap setidaknya 23 warga yang diduga terkait dalam upaya kudeta terhadap Presiden Jovenel Moise.

Read More

Dilansir dari Reuters, beberapa tokoh penting ikut terlibat di antaranya seorang hakim Mahkamah Agung dan seorang pejabat polisi senior. Semuanya ditangkap beserta uang, senjata dan amunisi.

“Warga-orang ini telah meghubungi petugas keamanan istana nasional, perwira tinggi istana nasional yang misinya menangkap presiden, dan juga memfasilitasi pelantikan presiden baru,” ungkap Perdana Menteri Haiti Joseph Jouthe.

Dari bandara kota Port-Au-Prince, Presiden Moise mengatakan bahwa hidupnya menjadi target utama para komplotan pemberontak tersebut.

Upaya penggulingan Moise pertama kali disampaikan oleh tokoh oposisi, sekaligus mengumumkan rencana untuk menggantikan Moise dengan kepala negara baru. Pihak oposisi menuduh presiden otoriter dan membawa Haiti menuju kekacauan ekonomi.

Baca Juga: Indonesia-Malaysia berharap, negara ASEAN bisa juga berkumpul membahas kudeta Myanmar

Sebelum penangkapan dilakukan, demonstran anti-pemerintah di Port-Au-Prince bentrok dengan polisi. Tembakan gas air mata dari polisi menjadikan keadaan semakin tak terkendali. Demonstrasi juga dilaporkan terjadi di beberapa kota lain.

Moise pada pertengahan Januari terus telah mengeluarkan keputusan yang menyatakan bakal menyerahkan kekuasaan kepada pemenang pemilu tetapi tidak bakal mundur sampai masa jabatannya finis pada 2022.

Sang presiden juga menjadikan rencana referendum untuk mengubah konstitusi pada bulan April. Pihak oposisi menilai bahwa referendum bakal menjadikan pemilu menjadi tidak adil dan dapat memberi Moise terlalu banyak kekuasaan.

BACA JUGA:  Setelah Pfizer, WHO beri izin penggunaan darurat vaksin virus corona AstraZeneca

Haiti yang merupakan negara miskin semakin terpuruk perekonomiannya sejak pandemi Covid-19 melanda dunia. Negara Afrika ini juga mengalami lonjakan kasus penculikan dan kejahatan secara keseluruhan selama satu tahun terakhir.




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *