Redam aksi protes, junta Myanmar berlakukan darurat militer

  • Whatsapp
77853348p

ILUSTRASI. Seorang demonstran memperlihatkan salam tiga jari ketika orang-orang berdemonstrasi dalam protes menentang kudeta militer dan menuntut pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, di Yangon, Myanmar, 7 Februari 2021.

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Read More

RUMAHPUTIH.COM – YANGON. Junta Myanmar memberlakukan darurat militer di beberapa bagian Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar, pada Senin (8/2), setelah ratusan ribu warga berkumpul di seluruh negeri menentang kudeta.

Darurat militer mencakup tujuh distrik di Mandalay, melarang warga melakukan unjuk rasa atau berkumpul dalam kelompok-kelompok yang terdiri lebih dari lima warga. 

Dan, jam malam mau berlaku mulai pukul 8 malam sampai 4 pagi, Departemen Administrasi Umum Myanmar mengatakan dalam sebuah pernyataan Senin (8/2), seperti dikutip Channel News Asia.

Junta juga menerapkan darurat militer di Ayeyarwaddy, distrik di Selatan Mandalay. Pengumuman darurat militer di tempat lain mau keluar malam ini.

Baca Juga: Akses internet di Myanmar kembali pulih

“Perintah (darurat militer) ini diterapkan sampai pemberitahuan lebih lanjut,” bunyi pernyataan salah satu distrik di Mandalay. “Beberapa warga berperilaku mengkhawatirkan yang bisa juga membahayakan keselamatan publik dan penegakan hukum”. 

“Perilaku tersebut dapat memengaruhi stabilitas, keselamatan masyarakat, penegakan hukum, dan keberadaan desa yang damai dan bisa juga menimbulkan kerusuhan,” sebut pernyataan itu. 

“Oleh karena itu, perintah ini mencakup larangan berkumpul, berbicara di depan umum, protes dengan menggunakan kendaraan, unjuk rasa,” imbuh pernyataan tersebut, seperti dilansir Channel News Asia.

Kemungkinan tindakan keras dari militer Myanmar

Militer Myanmar sejauh ini menahan diri untuk tidak menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstrasi yang melanda sebagian besar negara. Tetapi, dengan tekanan yang membikin polisi anti-huru hara menembakkan meriam air dalam upaya membubarkan ribuan warga yang berkumpul di Naypyidaw.

BACA JUGA:  Penyidik WHO ungkap China tak mau membagikan data Covid-19

Baca Juga: Unjuk rasa anti-kudeta militer terjadi di kota-kota Myanmar




Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *