Facebook hapus unggahan klaim vaksin sebabkan autisme

  • Whatsapp
IMG 8111
Jakarta (RUMAHPUTIH) – Facebook menambah daftar klaim palsu terkait virus corona, vaksin COVID-19 dan vaksin secara umum, yang bakal menjadikan sebuah unggahan itu dihapus dari platformnya, salah satunya ialah yang menyebutkan vaksin dapat menyebabkan autisme.

Facebook telah mengambil tindakan tegas dengan menghapus informasi yang tidak benar tentang COVID-19 pada akhir tahun terus, dan memberi tahu pengguna ketika mereka berinteraksi dengan postingan yang berisi klaim palsu.

Dikutip dari The Verge, Selasa, Facebook kini menambah daftar klaim terkait vaksin COVID-19 yang bakal dihapus, yakni yang menyebut bahwa COVID-19 ialah buatan manusia, vaksin tidak efektif mencegah penyakit, lebih aman tertular penyakit daripada memperoleh vaksin, dan vaksin berbahaya, beracun atau menyebabkan autisme.

Baca juga: Facebook diblokir, warga Myanmar beralih ke Twitter bela hasil pemilu

Baca juga: Facebook Myanmar diblokir setelah kudeta

Facebook mengatakan bakal segera memberlakukan kebijakan ini, dengan fokus pada grup, halaman dan akun yang berbagi konten daftar klaim tidak benar tersebut.

Raksasa media sosial itu juga mengatakan bakal mempertimbangkan untuk menghapus sumber postingan sepenuhnya jika mereka berulang kali melanggar.

Facebook mengatakan hanya bakal memberlakukan perubahan ini selama “darurat kesehatan COVID,” yang diharapkan penghapusan konten mengenai klaim tersebut dapat berdampak pada gerakan anti-vaksin di Facebook.

Di luar perubahan kebijakan tersebut, Facebook juga melakukan penyesuaian bagaimana mendapat informasi faktual COVID-19 di Facebook dan Instagram.

Facebook bakal menampilkan tautan ke informasi seputar vaksin dan untuk mendaftar atau memperoleh vaksinasi di Pusat Informasi COVID-19, dan juga berencana untuk membawa fitur tersebut ke Instagram.

Facebook juga mengatakan terus meningkatkan pencarian di kedua platform tersebut untuk memunculkan “hasil yang lebih relevan” ketika pengguna mencari sesuatu yang terkait COVID-19.

BACA JUGA:  Telkomsel gelar ajang penghargaan tentang transformasi digital

Selain itu, Facebook juga memberikan 120 juta dolar AS dalam bentuk kredit iklan untuk “membantu kementerian kesehatan, LSM, dan badan-badan PBB” menyebarkan informasi vaksin COVID-19 ke miliaran pengguna Facebook.

Baca juga: Facebook bakal minta izin privasi ke pengguna iPhone

Baca juga: Terdakwa kasus jual beli satwa dilindungi akui transaksi via facebook

Baca juga: Tim Cook mengkritik media sosial

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © RUMAHPUTIH 2021

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *