Kominfo Temukan 1.387 Konten Hoaks Terkait Covid-19 Sejak Januari 2020

  • Whatsapp
kominfo temukan 1 387 konten hoaks terkait covid 19 sejak januari 2020 woMzhwLZ3V

JAKARTA – Kabar bohong atau hoaks termasuk misinformasi terkait pandemi Covid-19 masih banyak beredar di masyarakat. Bahkan, penyebarannya sudah muncul sebelum virus corona masuk di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel Abrijani Pangerapan. Dia memaparkan, dari Januari 2020 hingga saat ini, ada sebanyak 1.387 isu hoaks yang beredar, dan bertambah 5 isu setiap jamnya.

“Sejauh ini yang sudah kita take down ada 1.905. Lebih banyak yang di-take down, karena 1.387 itu isunya, tapi penyebarannya ada 2.154, karena 1 isu banyak yang menyebar,” papar pria yang akrab disapa Semmy itu, saat konferensi pers secara virtual, Selasa (26/1/2021).

Baca Juga: Cara Cek Informasi Hoaks, Bisa juga Melalui WhatsApp atau Situs Ini

Belakangan ini, lanjut Semmy, hoaks yang muncul di masyarakat mayoritas terkait vaksinasi. Kementeriannya mencatat ada 88 hokas terkait vaksinasi.

Temuan yang tak jauh berbeda juga diungkapkan oleh Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho. Dia menuturkan, sejak Januari 2020 hingga saat ini Mafindo mencatat ada 858 hoaks terkait isu virus corona. Sementara akhir-akhir ini hoaks yang muncul merupakan terkait vaksin.

“Kami mencatat ada 83 hoaks yang terkait vaksin. Viralitasnya cukup tinggi, karena 40% di antaranya terkait isu keamanan dan kemanjuran,” tutur pria yang biasa dipanggil Zack itu, pada kesempatan yang sama.

Baca Juga: Google Gelontorkan Rp2,1 Triliun untuk Promosi Vaksin Covid-19 

Salah satu contoh hoaks terkait vaksin yang muncul merupakan informasi tentang Kasdim Gresik Mayor Sugeng Riyadi, yang dikabarkan meninggal setelah menerima vaksin Sinovac.

Menurut Semmy, hoaks semacam ini merupakan salah satu trik dari penyebar, yakni menggabungkan dua informasi yang berbeda.

BACA JUGA:  WhatsApp Kehilangan Jutaan Pengguna Gegara Kebijakan Privasi Baru, Signal dan Telegram Diuntungkan

“Jadi ada fakta tentara yang meninggal, dan Pak Sugeng habis divaksin. Nah ini mereka campur (informasinya) jadi konten hoaks baru. Ini salah satu trik mereka,” ujarnya.

Sementara menurut Zack, informasi yang mengandung unsur ketakutan, umumnya mau mudah sekali membikin warga ingin tahu dan menyebarkannya.

“Hal semacam ini bisa juga dijumpai terhadap warga yang kurang berpikir kritis. Kita harus waspada karena program vaksinasi ini berjalan cukup jauh,” kata dia.

(amr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *